Menelaah Karya Dan Brown

Film Inferno yang diangkat dari novel karya Dan Brown baru saja tayang di bioskop termasuk di Indonesia. Novel yang masih bersudara dengan karya Dan Brown lainnya yang menggunakan karakter Robert Langdon seperti The Da Vinci Code, Angels & Demons, dan The Lost Symbol pasti dikenal terutama bagi penggemar genre misteri, teka teki, dan detektif seperti saya. Karya-karyanya yang selalu berhubungan dengan sejarah, seni, dan keagamaan serta banyak memakai latar atau setting kondisi dunia nyata ini telah banyak menyedot perhatian publik baik melalui film dan novelnya bahkan ada yang sempat menjadi kontroversi secara luas karena menyinggung agama tertentu.


Yang membuat karya Dan Brown sangat menarik dan unik selain dari kontroversinya adalah penonton dan pembaca bisa terbawa dalam cerita penuh teka teki yang seakan-akan riil dan sejalan dengan sejarah peradaban di dunia nyata walaupun sebenarnya ini adalah cerita fiksi. Berikut ini adalah detail hal-hal yang membuat karya-karya Dan Brown menarik dan membuatnya berbeda terutama karya-karyanya yang menggunakan karakter Robert Langdon sebagai tokoh utamanya.

1. Munculnya keilmuan simbologi
Yang paling menarik dari karya Dan Brown adalah tokoh utama Robert Langdon yang merupakan seorang profesor di bidang simbologi yang mampu memecahkan banyak teka-teki yang banyak diantaranya berkaitan dengan simbol. Di dunia nyata bidang ilmu simbologi dan profesi simbolog itu tidak ada. Tapi ada bidang ilmu yang agak mirip atau semacam menjadi payungnya walaupun agak berbeda yakni semiotika. Semiotika adalah studi tentang makna keputusan, yakni meliputi studi tentang tanda-tanda dan proses tanda (semiosis), indikasi, penunjukan, kemiripan, analogi, metafora, simbolisme, makna, dan komunikasi. Contohnya adalah mengapa keran air panas biasanya berwarna merah dan keran air dingin berwarna biru. Dalam karya Dan Brown, simbol atau tanda yang sering muncul berkaitan dengan sejarah dan Agama.


Pemahaman mengenai simbol sebenarnya cukup penting dalam kehidupan. Sebagai contoh mayoritas dari muda-mudi Indonesia pasti mengetahui bahwa simbol Bulan Bintang erat kaitannya dengan Islam, namun apakah muda-mudi sekarang tahu apakah arti simbol dari palu arit? nyatanya beberapa tahun lalu sempat muncul berita seorang artis yang memakai logo palu arit ketika berkunjung ke Vietnam dan menguploadnya ke media sosial dan mendapat banyak protes. Hal ini karena generasi muda banyak yang tidak tahu bahwa palu arit identik dengan komunis dan sosialis yang mana sudah lama dilupakan oleh Indonesia. Simbol dan tanda semacam ini banyak terdapat di kehidupan kita, untuk mengetes apakah Anda banyak mengenal arti simbol dan tanda cobalah jawab pertanyaan-pertanyaan ini:
  • Mengapa ada negara yang memakai cover paspor berwarna hjau, merah, biru? apakah arti dari warna cover paspor tersebut?
  • Apa makna simbol ular dan gelas di apotek?
  • Mengapa ada rambu lalu lintas yang latar warnamya biru, kuning, dan merah? Adakah perbedaan maknanya?
  • Apakah tanda bulan dan bintang pada bendera Singapura, Turki, dan Pakisan memiliki makna yang sama?
  • Apakah tanda bintang di lambang negara Indonesia, Vietnam, dan Tiongkok memiliki makna yang sama?
  • Apakah makna tanda 'V' dalam peringkat pangkat di TNI? US Army menggunakan tanda 'V' terbalik, adakah perbedaan maknanya?

2. Terangkatnya keilmuan kriptografi
Pada salah satu karya Dan brown terdapat seorang wanita ahli kriptografi bernama Sophie Neveu. Berbeda dengan Simbologi, Kriptografi adalah sebuah keilmuan yang benar ada di dunia nyata. Kriptografi merupakan keahlian dan ilmu dari cara-cara untuk mengamankan proses komunikasi dari pihak ketiga. Atau dengan kata lain merupakan seni dan ilmu menyembunyikan informasi dari penerima yang tidak berhak. Secara umum, kriptografi ialah mengenai mengkonstruksi dan menganalisis protokol komunikasi yang dapat memblokir lawan. Aplikasi dari kriptografi modern biasa kita temui di ATM, password komputer, dan E-commerce. Kriptografi juga sering disamakan dengan 'enkripsi'. Beberapa hal terkait kriptografi yang ditemui di karya Dan Brown diantaranya penggunaan anagram dan cryptex. Ada juga penggunaan ambigram di Angels & Demons namun lebih ke arah seni, Ambigram sendiri sebetulnya bisa dipakai untuk menginformasikan makna ganda atau semacam pesan rahasia bagi yang bisa memecahkannya.

Diangkatnya keilmuan ini merefresh ingatan publik bahwa banyak sekali hal-hal yang berbau rahasia atau konspirasi di dunia nyata. Salah satu yang paling fenomenal adalah Wikileaks yang sanggup membocorkan informasi rahasia penting dari berbagai negara baik terkait bisnis, politik, bahkan perang. Dari sini kita juga seakan mendapat kesan bahwa sebenarnya dunia tidak seperti yang kebanyakan orang lihat, dunia penuh misteri, teka teki, dan konspirasi terselubung. Entah ini sesuatu yang benar atau mungkin terlalu dilebih-lebihkan tapi yang pasti bagi penikmat kisah misteri dan detektif pasti menikmati cerita-cerita seperti ini.

3. Memanjakan penonton dengan arsitektur dan seni
Khususnya pada karya Dan Brown yang sudah diangkat ke film, banyak sekali arsitektur dan seni yang ditampilkan sehingga mata penonton dimanjakan dengan keunikan dan keindahan klasik yang mayoritas berasal dari Eropa dan Mediterania seperti Perancis, Inggris, Vatikan, dan Italia. Sebut saja lukisan-lukisan karya Da Vinci seperti Monalisa dan Perjamuan Terakhir, lukisan peta neraka karya Botticelli, gereja-gereja, patung-patung dan arsitektur klasik di 'jalur illuminati' pada Angels & Demons, arsitektur bangunan khas Venice yang menurut Robert Langdon seluruh kota tersebut adalah museum, serta ada pula Hagia Sophia di Turki. Yang membuat sangat menarik adalah karya-karya seni ini dikisahkan memiliki makna dan menjadi petunjuk atau mengandung clue dalam setiap petualangan Robert Langdon. Jika seni digabungkan dengan teka teki atau kisah-kisah konspirasi maka tentu menjadi perpaduan yang sempurna.


Konon Dan Brown berencana membuat 12 cerita tentang Robert Langdon, mudah-mudahan di cerita-cerita berikutnya ada yang memasukan Indonesia sebagai cerita utamanya karena Indonesia memiliki banyak arsitektur sejarah dan seni yang masih misterius seperti candi-candi dan negeri ini juga memiliki sejarah dan misteri kuno yang mendunia seperti benua Atlantis dan VoC, pelopor korporasi multi nasional pertama di dunia.

4. Selalu dilibatkannya wanita dengan berbagai profesi
Salah satu hal yang unik dari karya Dan Brown adalah selalu ada wanita yang menemani Robert Langdon di setiap serinya.
  • Di The Da Vinci Code ada Sophie Nevue, seorang Wanita Perancis yang berprofesi sebagai agen kepolisian yang ahli dalam kriptografi
  • Di Angels & Demons ada Vittoria Vetra seorang ilmuwan Fisika
  • Di Inferno anda Sienna Brooks seorang dokter
  • Di The Lost Symbol ada Katherine Solomon seorang ilmuwan noetik
Profesi dari tiap wanita ini mencerminkan pekerjaan dan bidang di era modern yang sepertinya sengaja dikawinkan dengan unsur-unsur sejarah yang menimbulkan kesan kekinian serta merefresh anggapan bahwa sejarah selalu bisa direlevankan dan dihubungkan dengan kondisi sekarang. Hal seperti ini bisa menaikan minat orang-orang terhadap sejarah.

5. Diperkenalkannya 'senjata' massive di tiap seri
Saya tidak tahu istilah yang lebih pas dari 'senjata'. Senjata massive yang saya maksud disini adalah suatu hal yang dapat menimbulkan perubahan atau kerusakan dalam skala besar di bumi. Jika Anda penggemar cerita One Piece pasti tahu ada 3 senjata kuno bernama Pluton, Poseidon, dan Uranus yang dapat menimbulkan kerusakan besar, namun tidak semuanya berwujud senjata dalam arti sebenarnya, sama halnya dengan 'senjata' yang saya sebut dalam karya Dan Brown tidak semuanya berwujud senjata.
  • Di The Da Vinci Code 'senjata' ini berupa bukti fisik atau physical evidence yang dapat merusak ideologi yang dianut mayoritas manusia di bumi. Dalam hal ini bukti fisik yang dimaksud dimaksud adalah Holy Grail atau cawan suci yang diintepretasikan sebagai Mary Magdalene yang konon dianggap membawa keturunan Yesus. Jika makam Maria Magdalene benar-benar ada dan ditemukan maka hal ini dapat merusak iman kristiani di seluruh dunia yang merupakan agama paling banyak dianut oleh penduduk bumi. Walaupun novel The Da Vinci Code hanya fiktif namun waktu diterbitkan telah menimbulkan kontroversi yang luas dan perdebatan dikalangan Kristiani karena kisah Holy Grail ini, bisa dibayangkan jika kisah ini benar-benar nyata maka seberapa besar kegaduhan yang dapat ditimbulkan. Contoh bentuk pencarian bukti fisik dalam keagamaan lainnya adalah kapal bahtera Nabi Nuh (Noah's ark) yang konon ditemukan di Turki, namun bukti fisik semacam ini tidak menimbulkan kegaduhan karena mayoritas agama di bumi memang hampir seragam mengakui sejarah banjir dan kapal Nabi Nuh, kegaduhan akan terjadi jika bukti fisik mengarah terhadap keraguan atas kevalidan suatu agama tertentu seperti Holy Grail ini, apalagi agama yang dimaksud adalah agama yang dianut mayoritas penduduk bumi.
  • Di Angels & Demons 'senjata' ini betul-betul berupa senjata dalam arti sebenarnya yakni semacam bom yang menggunakan teknologi anti materi, bom ini punya daya ledak yang luas walau hanya menggunakan sedikit anti materi. Diceritakan dengan mempertemukan hanya 1 gram materi dengan 1 gram antimateri mampu menimbulkan ledakan yang luar biasa hebat yang dapat menghancurkan Vatikan. Namun apakah di dunia nyata ini mungkin? Memang benar bahwa ketika materi dan antimateri bertemu, mereka musnah dalam sebuah ledakan besar dan mengkonversi massa mereka menjadi energi. Tetapi dalam sejarah dunia, sampai saat ini kita hanya mampu menciptakan antimateri dalam jumlah yang sangat kecil. Diperlukan sejumlah besar antimateri untuk menghancurkan dunia. Dan itu pekerjaan yang tidak mungkin. Sejak 1985, hanya 10 nanogram antimateri yang telah diproduksi berbiaya Rp 200 miliar per tahun. Dan untuk membuat 1 gram antimateri perlu 100 juta tahun. Konon energi 1 gram antimateri sama dengan 42.800 ton bom TNT. Namun di dunia nyata kita juga mengenal bom nuklir yang juga bisa menjadi senjata pemusnah masal, dan kita tahu bahwa dalam sejarah dunia bom ini pernah diterapkan di perang terbesar dan paling mematikan dalam sejarah bumi.
  • Di Inferno 'senjata' ini berupa senjata biologis, yakni vector virus yang dapat menyebabkan wabah dan dapat mengurangi sepertiga jumlah penduduk dunia. Disini diperkenalkan ancaman jenis baru yakni bioterorism, sebuah bentuk teror yang melibatkan agen biologis seperti virus dan bakteri. Ini sangat menarik buat saya karena selama ini wabah yang disebabkan virus atau bakteri tidak pernah terpikir sengaja dilakukan oleh manusia. Ternyata hal seperti ini betul-betul ada di dunia nyata walaupun bukan skala global, misalnya sabotase saluran air dengan agen biologis tertentu, peracunan makanan menggunakan agen biologis, dan sebagainya. Dulu juga pernah mendengar isu ada orang yang terkena HIV dan sengaja menyuntikan darahnya ke orang lain supaya terkena HIV juga, entah betul atau tidak tapi ini contoh bentuk bioterorism.
  • Di The Lost Symbol 'senjata' ini berupa sebuah ilmu baru yang bernama noetik (noetic science). Ilmu noetik ini betul-betul ada di dunia nyata. Pada dasarnya noetik itu adalah ilmu pengetahuan yang membahas tentang rasionalisasi dari hal-hal yg bersifat mistik / gaib / keagamaan. Misalnya saja, masalah indera keenam, intuisi, mimpi pembawa pesan (yang kemudian benar terjadi), firasat, dsb yang tampaknya tidak rasional namun banyak diklaim memang ada (dengan bukti-bukti yg sangat terbatas). Noetik menggunakan metode ilmiah untuk menjelajahi 'inner cosmos' di dalam pikiran manusia (kesadaran, jiwa dan spirit) dan bagaimana hal tersebut berhubungan dengan 'outer kosmos' yaitu dunia fisik diluar pikiran. Bisa dibilang noetik adalah jembatan fisika dan psikologi antara ilmu pengetahuan logis dan gaib. Maka dari itu noetik sangat erat hubungannya dengan metafisika dan sugesti psikologi. Ilmu ini mungkin jika digunakan dengan benar bisa menjembatani agama dan sains namun jika disalahgunakan bisa menjadi sebuah alat untuk menghapus nilai-nilai keagamaan dan mengedapankan rasionalitas dan logika atau dengan kata lain mengedepankan kebebasan berpikir anti dogma dan sekularisme atau bahkan lebih parah dari itu yakni berkembangnya paham-paham yang menganggap bahwa semua hal di dunia ini bisa dirasionalkan dan agama hanyalah buatan manusia semata yang penuh kepalsuan. Pemikiran seperti ini sebenarnya sudah ada sejak lama dan banyak menimbulkan pertentangan, dan bisa dibayangkan jika disalahgunakan dalam skala massive maka akan terjadi kekacauan yang lebih besar mengingat mayoritas penduduk bumi adalah manusia beragama yang mengakui adanya hal yang gaib.

6. Mengangkat banyak isu manusia yang selalu ada dari sejak dulu
Dalam setiap karyanya, Dan Brown mengangkat isu-isu paling pelik yang dialami manusia yang sering menimbulkan persoalan bahkan dari zaman dahulu, isu-isu ini mayoritas berhubungan dengan keagamaan.
  • Di The Da Vinci Code isu yang diangkat adalah adanya perbedaan persepsi dalam unsur-unsur yang ada dalan agama dan kepercyaan yang telah ada sejak dulu dan telah banyak menimbulkan darah dan masih terjadi sampai sekarang.
  • Di Angels & Demons isu yang diangkat adalah adanya pertentangan apakah agama dan sains bisa berjalan beriringan atau tidak.
  • Di Inferno isu yang diangkat adalah jumlah manusia yang terus bertambah dan akan meningkat lebih banyak dalam waktu cepat dan akan menjadi ancaman baik bagi manusia itu sendiri dan lainnya.
  • Di The Lost Symbol isu yang diangkat adalah mengenai freemansory, yakni kebebasan berpikir, sekuler dan anti dogma (terutama terhadap agama). Menurut freemansory segala hal harus bisa dijelaskan secara empirik, rasional, dan pragmatik.

Perlu ditekankan lagi bahwa walaupun mayoritas latar dan objek yang ada di karya-karya Dan Brown adalah nyata tapi cerita yang disampaikan adalah cerita fiktif. Jadi tidak perlu terlalu serius dalam menanggapi kontroversi-kontroversi yang muncul dari karya ini. Semoga bisa diambil nilai positifnya saja.

Postingan terkait: