Sosok Bawor sebagai Simbol Banyumas

Bawor adalah salah satu tokoh wayang yang menjadi simbol wilayah Banyumas dan sekitarnya. Bawor sendiri dalam cerita pewayangan merupakan bagian dari Punakawan, di wilayah Jawa (Yogyakarta, Solo dsb) tokoh ini disebut dengan nama Bagong dan di wilayah Sunda tokoh ini disebut dengan nama Cepot.


Timbul pertanyaan mengapa Bawor yang dijadikan simbol. Apakah Bawor memiliki karakter yang sama dengan masyarakat Banyumas pada umumnya? Jika bercerita tentang karakter suatu masyarakat maka tak lepas dari budaya masyarakat itu sendiri. Lalu apa budaya orang Banyumas itu, apakah budaya Jawa? Dalam konteks pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan, budaya Banyumas merupakan lokus budaya tersendiri yang dapat dibedakan dari budaya induknya, yaitu budaya Jawa. Kebudayaan Banyumas merupakan percampuran yang sangat kental antara budaya Jawa dan Sunda yang sangat dipengaruhi oleh masuknya kebudayaan Hindu-Budha, Islam, Tionghoa dan budaya Barat. Dalam wacana cultural encounter, berbagai kutub budaya tersebut telah saling bertemu di wilayah Banyumas yang merupakan daerah marginal survival. Oleh karena itu budaya Banyumas hadir dalam nuansa kerakyatan yang memiliki warna-warna tertentu di dalamnya seperti warna Jawa, Sunda, Hindu-Budha, Islam, Tionghoa dan Barat.

Singkat cerita, budaya Banyumas adalah hasil dari multikulturalisme yang tumbuh di lingkungan yang jauh dari pusat "kerajaan" atau "pemerintahan" sehingga di wilayah ini tidak dikenal kasta, darah biru, priyayi dan sejenisnya. Wilayah ini adalah wilayah yang egaliter dan sangat dekat dengan alam dan sangat bersifat kerakyatan atau "wong cilik" sehingga sangat kenal dengan budaya lugu dan jujur namun bukan berarti bodoh, justru kebalikannya yakni memiliki kecerdasan termasuk kecerdasan emosi, spiritual, dan intelektual.

Begitu pula watak Bawor yang lugu, jujur dan mbodho. Sebagai sosok punakawan, Bawor tidak menunjukkan kecerdasanya, maka ia mbodho atau pura-pura bodoh. Dalam lakon-lakon pekeliran gagrak Banyumas sering digambarkan gaya akal-akalan Bawor dalam menyiasati mencari solusi untuk mengakhiri gara-gara menjadi happy ending. Jadi kecerdasan Bawor dikemas dalam gaya semblothongan atau dablongan. Sifat inilah yang menjadkan dia dipercaya.

H. Budiono Heru Satoto dalam bukunya Banyumas Sejarah, Budaya dan Watak memaparkan bahwa Bawor memiliki gambaran watak :
1. Sabar dan nrima, apa adanya dalam kehidupan kesehariannya.
2. Berjiwa kestria (jujur, berkepribadian baik, toleran) rukun, suka membantu orang lain, mengutamakan kepentingan umum.
3. Cacutan (rajin dan cekatan).
4. Cablaka, lahir batinnya terbuka terhadap pertimbangan yang matang dari apa yang diucapkan secara spontan dengan bahan yang lugas, tanpa tedheng aling-aling atau eufenisme.

Spirit Bawor adalah gambaran empat watak seperti di atas. Spirit ini merupakan gambaran masyarakat Banyumas yang berada di luar kelompok Nagari Gung dan masuk ke kultur adoh ratu cedhek watu. Jadi jika Anda bertemu dengan orang yang kelihatannya polos, suka ndagel, dablongan dan kelihatan tidak intelektual bisa jadi sebenarnya dia memiliki karakter yang sama dengan Bawor yang cerdas (ingat orang yang suka humor adalah orang yang memiliki intelektual tinggi), rajin, jeli, berjiwa kesatria, dan solutif. Orang-orang seperti ini rela dirinya tampak seperti orang bodoh karena memiliki sifat toleran yang sangat tinggi sehingga tidak mau ada konflik dan tidak ragu untuk mengutamakan kepentingan orang lain. Orang-orang seperti ini biasanya dikenal dengan pribadi yang menyenangkan.

Mungkin sifat seperti Bawor inilah yang saat ini sangat diperlukan di tengah-tengah kehidupan modern yang makin individualitstis, penuh gengsi, penuh ambisi, penuh emosi, dan miskin jiwa ksatria. Orang-orang dengan sifat seperi Bawor ini akan menjadi oase di tengah masyarakat yang makin rapuh mentalnya. Tentu menjadi orang dengan karakter seperti ini memiliki risiko tidak dianggap keren dan tidak bergengsi, namun jika memiliki karakter ini akan memiliki banyak kelebihan yakni dipercaya, dibutuhkan, dicari, dan disenangi oleh banyak orang.

Postingan terkait: