Indonesia, Surga Penghasil Ikan

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan sekaligus negara maritim terbesar di planet ini dengan 2/3 wilayahnya merupakan wilayah lautan. Kita sangat beruntung karena laut adalah kekuatan yang sangat penting dalam memajukan suata wilayah. Bayangkan, ketika banyak negara kesulitan karena tidak memiliki banyak wilayah laut bahkan beberapa negara menderita karena tidak memiliki laut (terkunci di tengah benua), negara kita justru memiliki wilayah laut yang melimpah ruah.

Alfred Thayer Mahan, seorang Perwira Tinggi Angkatan Laut Amerika Serikat, dalam bukunya "The Influence of Sea Power upon History" mengemukakan teori bahwa sea power atau kekuatan laut merupakan unsur terpenting bagi kemajuan dan kejayaan suatu negara, yang mana jika kekuatan-kekuatan laut tersebut diberdayakan, maka akan meningkatkan kesejahteraan suatu negara.

Hal di atas sangat benar karena laut menjadi kunci dalam banyak aspek kehidupan suatu teritori. Dalam hal keamanan, laut merupakan kunci untuk menggalang kekuatan lewat armada laut. Dalam hal energi, laut merupakan sumber dari energi-energi alam salah satunya adalah minyak bumi dimana untuk Indonesia reservoirnya 70% berada di laut. Dalam hal ekonomi, laut adalah kunci dari distribusi dan logistik. Dan dalam hal pangan, laut menyimpan sumber pangan manusia yang melimpah yakni ikan.


Saya tertarik dengan potensi ikan di Indonesia. Mengapa? Karena Indonesia adalah surga penghasil ikan. Tidak percaya? Ada lebih dari 8 ribu jenis ikan laut di Tanah Air. Demikian juga dengan produk laut lainnya seperti rumput laut yang jumlahkan lebih dari 500 jenis. Yang lebih mengagumkan, 37% spesies ikan di dunia hidup di perairan Indonesia. Untuk kandungan nutrisi ikan di Indonesia pun sangat spektakuler, salah satu contohnya jika dunia mengenal ikan salmon yang terkenal mahal sebagai ikan dengan omega 3 tertinggi, ternyata ikan bandeng dari Indonesia memiliki jauh lebih banyak kandungan omega 3 bahkan 6 kali lebih banyak.

Masih belum percaya Indonesia adalah surga penghasil ikan? Berdasarkan Prof Dr Ir Rokhmin Dhanuri MS guru besar Fakultas Pertanian dan Ilmu Kelautan IPB, Indonesia mempunyai potensi produksi perikanan terbesar di dunia sekitar 65 juta ton per tahun. Namun hanya sekitar 20% yang baru dimanfaatkan sehingga tidak mengherankan apabila sektor ekonomi kelautan hanya berkontribusi kecil terhadap PDB Indonesia yakni sekitar 25 persen.

Namun jangan kecewa dulu, dengan produksi perikanan yang sudah dimiliki Indonesia saat ini saja Indonesia sudah berkontribusi dalam memasok kebutuhan produk perikanan di dunia mencapai 30%. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara pemasok produk perikanan terbesar dunia. Demikian yang pernah disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Dengan produksi sekitar 13 juta ton per tahun Indonesia tepatnya menempati posisi kedua di dunia dalam jumlah produksi ikan. Jangan sedih dulu, walaupun masih di peringkat kedua, dibandingkan dengan negara-negara penghasil perikanan lainnya, persentase kenaikan rata-rata produksi Indonesia adalah yang tertinggi bahkan sangat siginifikan selisihnya. Jadi terbayangkan kan bagaimana besarnya potensi dan pertumbuhan perikanan di Indonesia. Terbayang juga mengapa bisnis perikanan sangat menggiurkan.

Indonesia sendiri memiliki beberapa komoditas perikanan yang menjadi andalan baik dari sektor perikanan tangkap maupun sektor perikanan budidaya (air laut, air payau dan air tawar). Beberapa diantaranya seperti udang, rumput laut, bandeng, tuna, kerapu, kakap, nila, mas, lele, patin dan gurame.

Semoga industri perikanan di Indonesia terus berbenah misalnya dengan mengurangi praktek penangkapan ikan ilegal, meningkatkan infrastruktur & fasilitas, memperbaiki kinerja ekspor, meningkatkan nilai tambah produk & kualitas ikan, modernisasi dunia perikanan Indonesia dsb. Hal ini penting karena perikanan sangat berpotensi untuk diandalkan. Seperti yang pernah disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan terdahulu, Fadel Muhammad, sektor perikanan adalah salah satu kartu truf Indonesia dalam rangka menyambut industri perdagangan dunia yang telah mulai memasuki era perdagangan bebas.

Postingan terkait: