Akhirnya ada Kereta Purwokerto-Yogyakarta

Akhirnya ada juga kereta Purwokerto-Yogyakarta. Kurang lebih itulah yang tergambar di pikiran ketika mendengar Kereta Api Joglokerto jurusan Solo-Yogyakarta-Purwokerto resmi diluncurkan pada 25 September 2015 walaupun perjalanannya baru sekali dalam sehari. Maklum saja, penantian panjang terhadap adanya moda transportasi umum langsung dari Purwokerto ke Yogyakarta dan Solo yang menggunakan roda besi di atas rel akhirnya terwujud.


Sebelumnya untuk ke Yogyakarta (dari Purwokerto) masyarakat biasanya menggunakan moda transportasi umum bus (biasanya Bus Efisiensi yang handal) atau travel atau Kereta Api Logawa (yang merupakan jurusan Purwokerto-Surabaya-Jember) atau kereta-kereta lain dari arah Jakarta yang menuju timur dan melewati Yogyakarta. Kalau naik bus kelebihannya adalah jamnya fleksibel dan bisa turun di jalan raya (apalagi bagi yang rumah atau tujuannya dekat jakan raya jalur selatan Jawa) namun perjalanan lama. Kalau naik travel jamnya juga fleksibel dan dijemput diantar sampai tujuan tapi waktu tempuhnya juga lama dan pegelnya minta ampun bagi yang berbadan besar. Kalau naik Kereta Api Logawa perjalana bisa cepat tapi adanya cuma sekali sehari dan bersaing tempat duduk dengan orang-orang yang hendak pergi ke Surabaya dan kota lainnya. Kalau naik kereta dari arah Jakarta biasanya tiket cenderung lebih mahal, untung-untungan dapat tempat duduk kalau sedang hari libur, dan rasanya tidak enak saja kalau naik kereta yang sudah melebihi separuh jalan.

Saya iri dengan warga Solo yang dapat dengan mudahnya ke Yogyakarta karena banyak kereta khusus yang menghubungkan kedua kota tersebut seperti Prameks. Padahal potensi penumpang Purwokerto-Yogyakarta sangatlah banyak apalagi kedua kota ini sedang tumbuh pesat. Yogyakarta adalah kota sedang/besar yang paling dekat dengan Purwokerto. Yogyakarta sudah ibarat saudara bagi Purwokerto. Bahkan mungkin mobilitas warga Purwokerto ke Yogyakarta lebih tinggi daripada Purwokerto ke Semarang yang merupakan ibu kota provinsi Jawa Tengah.

Sebenarnya sebelum Joglokerto pernah juga ada kereta semacam Prameks (kereta KRD) jurusan Purwokerto-Yogyakarta-Maguwo (Bandara Adi Sucipto) namun tidak berlangsung lama tidak tahu apa penyebabnya. Memang perlu diakui, agak sulit membuat jalur kereta khusus Purwokerto-Yogyakarta karena jalurnya masih jalur tunggal. Berbeda dengan Yogyakarta-Solo atau Yogyakarta-Kutoarjo yang sudah jalur ganda (double track) sehingga mudah untuk menambah jadwal kereta api tanpa harus khawatir menggangu perjalanan kereta api lainnya. Bahkan kereta khusus Purwokerto-Semarang yang bernama Kereta Api Kamandaka telah lebih dulu ada dengan jadwal 3 kali sehari karena jalur Purwokerto-Semarang hampir seluruhnya sudah jalur ganda.

Mudah-mudahan saja Kereta Api Joglokerto bisa langgeng, dan mudah-mudahan jalur ganda Purwokerto-Yogyakarta bisa segera terwujud. Masyarakat sudah tidak sabar untuk menikmati Kereta Api Purwokerto-Yogyakarta yang sehari jadwalnya bisa 4 kali perjalanan denagn kelas yang bermacam-macam (ekonomi sampai eksekutif) dan saya yakin suatu saat pasti akan terwujud.


Postingan terkait: