Misteri Makanan Tinggal Satu di Piring

Masih menjadi misteri saat makan bersama jika ada beberapa atau banyak makanan di piring (biasanya berupa cemilan atau potongan makanan) dan ketika makanan itu tinggal satu maka orang-orang mayoritas segan atau tidak mau mengambil dan memakannya.


Mengapa hal ini terjadi? Memang apa yang salah dengan makanan yang terakhir ini. Apa ada hal mistis dibalik makanan yang terakhir ini? tentu tidak. Berikut beberapa alasannya (menurut opini penulis):

1. Takut dianggap rakus
Misalnya jika ada banyak pisang goreng di dalam sebuah piring untuk keluarga, saat pisang itu tinggal satu maka si pemakan pisang yang terakhir lah yang secara 'official' mendapat title sebagai orang yang menghabiskan pisang itu dan besar kemungkinan yang menghabiskan makanan adalah yang dianggap rakus.

2. Takut disalahkan jika ada yang belum kebagian atau tidak merata pembagiannya
Misalnya jika ada beberapa potongan cake di sebuah piring dalam suatu acara perkumpulan, saat cake itu tinggal satu maka orang akan enggan untuk memakan potongan cake yang terakhir karena jika dimakan cake akan habis dan tidak ada lagi cake lainnya, bagaimana jika ada peserta perkumpulan yang belum kebagian, pasti akan jadi merasa tidak enak sekali jika kita memakan cake tapi ada yang tidak kebagian.

3. Takut harus jadi yang membayar makanan (baca: yang menraktir)
Misalnya jika ada beberapa potong pizza di sebuah piring ketika sedang makan bersama teman-teman di restoran, saat pizza tinggal satu potong maka ada kecenderungan si pemakan potongan pizza yang terkahir lah yang menjadi "owner' dari acara makan-makan ini dan bisa jadi dia yang paling besar kemungkinannya harus membayar pizza itu atau paling tidak membayar bagian paling banyak.

4. Makanan paling terakhir adalah makanan yang paling tidak enak
Misalnya jika ada beberapa potong kue keju di sebuah piring. Orang akan cenderung mengambil kue yang kualitasnya paling bagus terlebih dahulu (kue yang kejunya paling banyak), begitu seterusnya sampai kue tinggal sedikit dan saat kue tinggal satu bisa dibilang kue ini adalah kue yang paling sedikit kejunya sehingga rasanya tidak optimal. Alasan ini adalah yang paling masuk akal he3. 

Intermezzo: Makan bersama membawa berkah
Tahukah Anda bahwa makan bersama itu sangat dianjurkan dalam agama. Diantara etika makan yang diajarkan oleh Nabi adalah anjuran makan bersama-sama pada satu piring. Sesungguhnya hal ini merupakan sebab turunnya keberkahan pada makanan tersebut. Oleh karena itu, semakin banyak jumlah orang yang makan maka keberkahan juga akan semakin bertambah. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau menyatakan bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Makan satu orang itu cukup untuk dua orang. Makanan dua orang itu cukup untuk empat orang. Makanan empat orang itu cukup untuk delapan orang.” (HR Muslim no 2059).


Dalam Fathul Baari 9/446 Ibnu Hajar mengatakan, “Dalam hadits dari Ibnu Umar yang diriwayatkan oleh Thabrani terdapat keterangan tentang illat (sebab) terjadinya hal di atas. Pada awal hadits tersebut dinyatakan, ‘Makanlah bersama-sama dan janganlah sendiri-sendiri karena sesungguhnya makanan satu orang itu cukup untuk dua orang’. Hadits ini menunjukkan bahwa makanan satu orang itu mencukupi untuk dua orang dan seterusnya adalah disebabkan keberkahan yang ada dalam makan bersama. Semakin banyak jumlah orang yang turut makan maka keberkahan semakin bertambah.”

Dari Wahsyi bin Harb dari bapaknya dari kakeknya, “Sesungguhnya para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengadu, wahai Rasulullah sesungguhnya kami makan namun tidak merasa kenyang. Nabi bersabda, “Mungkin kalian makan sendiri-sendiri?” “Betul”, kata para sahabat. Nabi lantas bersabda, “Makanlah bersama-sama dan sebutlah nama Allah sebelumnya tentu makanan tersebut akan diberkahi.” (HR Abu Dawud no. 3764 dan dinilai shahih oleh al-Albani).

Referensi: http://muslim.or.id/50-adab-adab-makan-seorang-muslim-7.html

Postingan terkait: