Tidak Ada Alasan bagi Bangsa Indonesia untuk Tidak Percaya Diri

Indonesia, sebuah negara besar yang penuh dengan berbagai potensi namun sayangnya sampai saat ini masih tertinggal dibandingkan negara-negara maju. Muncul pertanyaan mengapa Indonesia yang hampir mempunyai segalanya ini masih belum sejajar dengan negara-negara maju lain di kancah dunia. Jawabannya tentu akan sangat banyak dan tidak akan pernah selesai untuk dibahas.


Menurut saya ada satu penyebab yang cukup krusial dari sekian banyak penyebab yang turut berperan mengapa Indonesia belum sejajar dengan negara-negara lain. Penyabab ini tidak lain dan tidak bukan adalah masyarakat Indonesia yang kurang pede atau kurang percaya diri.

“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno)

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)


Seperti kutipan di atas, kurang percaya diri adalah tanda kurangnya percaya pada kekuatan diri yakni potensi dari negara kita sendiri. Coba kita asosiasikan rasa kepercayaan diri bangsa dengan rasa kepercayaan diri individu manusia. Ada beberapa hal yang menyebabkan individu manusia tidak percaya diri.

1. Kurang yakin dengan tampilan fisik.
2. Merasa tidak punya modal atau bakat yang mumpuni.
3. Kegagalan yang berulang.
4. Pengaruh dari lingkungan yang tidak supportif (misalnya diremehkan).
5. Pengalaman negatif di masa lampau.
6. Pernah mengalami kekerasan atau ditindas.
7. Kurang aktif dalam pekerjaan dan pencapaian.
8. Kritik yang berlebihan.
9. Merasa berpendidikan rendah.

Seperti halnya individu manusia, sebuah bangsa juga dapat mengalami hal-hal di atas dan mungkin ini yang sedang dialami bangsa kita. Berikut ini adalah ulasan apakah Bangsa kita kurang percaya diri.

1. Bangsa Indonesia sepertinya masih kurang yakin dengan 'tampilan fisik' Indonesia. Kita masih merasa 'tampilan fisik' kita kalah dengan negeri-negeri lainnya.

Kita dapat melihat 'tampilan fisik' suatu negara dari infrastrukturnya, makanannya, flora dan fauna, perwujudan fisik budayanya seperti pakaian khas, makanan khas, seni musik, seni tari bahkan sampai ke manusianya. Sebagian besar orang masih merasa kurang bangga dengan 'tampilan fisik' Indonesia karena masih banyak kekumuhan, belum banyak kecanggihan di infrastruktur, banyak kesemrawutan, dll. Beda dengan negara-negara Eropa atau Asia Timur yang rapi, banyak infrastruktur canggih, banyak makanan yang populer, dan sebagainya.

Untuk beberapa hal seperti infrastruktur dan kerapihan kita memang masih tertinggal, namun kita memiliki banyak keunggulan di 'tampilan fisik' lainnya dan keunggulan ini yang harus ditonjolkan misalnya sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan letaknya di wilayah tropis dan berada di jalur ring of fire menjadikan 'tampilan fisik' alam yang indah dan eksotis yang melimpah ruah seperti laut, pantai, sawah, pegunungan, hutan tropis dll.


Kita juga memiliki banyak hasil budaya yang beraneka ragam, posisi strategis Indonesia yang terletak di antara Samudra Hindia dan Pasifik dan Benua Asia dan Australia telah menyebabkan sejarah budaya yang sangat menarik dan kompleks. Alhasil dari Sabang ke Merauke kita dapat menemukan 'tampilan fisik' budaya yang beraneka ragam mulai dari Melayu, Minang, Batak, Jawa, Dayak, Papua, Tionghoa dll.


Dari segi makanan, Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang berlimpah-limpah dan rasanya beraneka ragam dan mungkin sangat unik untuk orang asing. Beberapa makanan kita pernah dinobatkan di jajaran atas makanan terenak di dunia. Jika ada warga asing yang masih enggan masakan Indonesia katakan saja bahwa makanan Indonesia adalah campuran cita rasa Tiongkok, India & Thailand, pasti mereka akan penasaran dan tertarik dengan keunikan makanan kita. Ini karena memang makanan kita tidak populer dan hampir tidak pernah terdengar di dunia luar. Lihat saja acara Masterchef US, mana pernah ada yang masak makanan bertemakan Indonesia.


Dari segi flora dan fauna, Indonesia adalah negara megadiversity keanekaragaman hayati terkaya nomor dua di dunia. Karena itu 'tampilan fisik' flora dan fauna di negara kita sangat amat bervariasi dan indah. Dari segi seni musik kita mempunyai gamelan, angklung dan lain-lain yang sangat disukai orang asing dan tiada duanya di dunia. Dari segi seni tari kita memiliki tari tardisional yang melimpah ruah yang unik dan indah, sebut saja tari Serimpi, Legong, Jaipong, Saman, tari Dayak dan lain-lain.



Dari sisi 'tampilan' manusia kita memiliki banyak wajah, semua tampilan Asia dan Pasifik ada di Indonesia (mungkin tiada duanya di dunia) mulai dari tampilan khas mongoloid (melayu dan oriental), arab-india, dan melanesia. Manusianya pun dikenal sebagai manusia paling murah senyum di dunia. Jadi jika saat ini Anda masih merasa tubuh jangkung, wajah putih, dan rambut pirang adalah yang paling keren, mungkin Anda harus berpikir ulang karena masing-masing manusia secara fisik mempunyai kelebihannya masing-masing.


Bahkan dari segi tampilan fisik di peta dunia, negara kita sangat unik menonjol. Tidak ada negara lain yang bentuknya di atas peta seperti Indonesia yang terdiri dari kumpulan kepulauan-kepulauan besar dan melebar dengan bentuk yang sangat khas dan secara vertikal terletak persis di tengah-tengah peta.

Jadi kesimpulannya walaupun kita tidak punya identitas kuat di 'tampilan fisik' infrastruktur namun 'tampilan fisik' Indonesia lainnya sangat unik dan mungkin tidak ada yang menyamai di dunia, tidak ada alasan untuk tidak percaya diri. 'Tampilan fisik' Indonesia penuh dengan unsur multikultur, alam (gunung, laut, pulau), megadiversity dan hospitality, 'tampilan-tampilan' inilah yang harus ditonjolkan dan dipromosikan.

Untuk selanjutnya 'tampilan' infrastruktur yang harus diperbaiki, paling tidak Jakarata sebagai salah satu kota megapolitan yang tumbuh paling cepat di dunia harus jadi barometer.


2. Bangsa Indonesia sepertinya masih kurang yakin dengan modal dan kemampuan yang dipunyai Indonesia. Kebanyakan berkata bahwa modal kita hanyalah sumber daya alam saja.

Banyak masyarakat kita yang berpikiran bahwa kita hanya modal sumber daya alam yang melimpah ruah saja namun tidak memiliki faktor lainnya supaya jadi negara maju, siapa bilang? Indonesia memiliki modal-modal lainnya untuk menjadi negara maju.

Pertama, Indonesia berada di lokasi yang sangat strategis dan mungkin merupakan wilayah otoritatif yang memiliki lokasi geografis yang paling strategis di bumi. Jika kita lihat peta bumi keseluruhan memang negara kita sangat menonjol lokasinya di antara dua benua dan dua samudera dan bentuknya yang berupa kepulauan menyebabkan negara kita sangat strategis. Buktinya 45% jalur perdagangan laut dunia melewati Indonesia. Ya, kita bukan negara yang terkunci, kita bukan negara yang lokasinya terisolir, ini jelas menjadi faktor keuntungan indonesia untuk semakin maju.


Kedua, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia. Meskipun mengatur manusia itu sulit apalagi jumlahnya banyak namun bagaimanapun sumber daya manusia tetap menjadi modal utama bagi suatu pertumbunhan ekonomi karena manusialah yang mengolah faktor produksi untuk menghasilkan produk. Banyak negara lain yang sampai ahrus mendatangkan sumber daya manusia dari luar untuk mengolah faktor produksi mereka.

Ketiga, Indonesia adalah negara paling demokratis di Asia Tenggara dan mungkin se-Asia Timur raya, sehingga layak menjadi contoh bagi negara-negara di Asia. Seperti kita ketahui demokrasi membawa peluang ekonomi yang lebih luas.

Keempat, Indonesia adalah negara beriklim muson tropis, Keunggulan iklim muson tropis diantaranya adalah temperatur yang tidak terlalu ekstrim, dengan kata lain tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Di samping itu, iklim muson tropis juga mengakibatkan terjadinya musim penghujan dan musim kemarau yang senantiasa berganti setiap setengah tahun (6 bulan) sekali. Keadaan ini menyebabkan masyarakat Indonesia dapat melakukan kegiatan ekonomi sepanjang tahun.

Kelima, Indonesia adalah negara yang sudah memiliki karakter multikultural karena hubungan dengan wilayah-wilayah lain di masa lampau baik di dalam maupun di luar kepulauan nusantara. Karakter multikulural ini merupakan aset penting terutama dalam menghadapi globalisasi. Globalisasi akan menjadikan masyarakat semakin heterogen dan sebenarnya negara kita sudah mengalaminya sejak dulu karena lokasi kita di persimpangan dunia. Jadi dalam globalisasi ini seharusnya Indonesia bisa lebih unggul dari negara-negara yang masyarakatnya homogen.

3. Bangsa Indonesia sepertinya masih kurang percaya diri karena sebelumnya negara kita sering mengalami kegagalan.

Negara kita telah mengalami banyak kegagalan-kegagalan yang menghambat kita menjadi negara yang maju seperti korupsi yang merajalela, swasembada pangan yang belum tercapai, kerusakan lingkungan hidup, program-program negara yang gagal terlaksana, dll. Contoh kegagalan yang masih kita ingat adalah krisis ekonomi 1998 yang menjadi saksi bagi tragedi perekonomian bangsa. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia.

Namun saat ini kita telah manjadi negara yang tumbuh dengan cukup menjanjikan. Jadikan kegagalan di masa lalu sebagai suatu pembelajaran, justru semakin banyak pembelajaran maka suatu bangsa akan semakin kuat dan berpengalaman dan sanggup untuk maju.

Jika kita lookback di masa lampu sebenarnya wilayah kita pernah memiliki jaman-jaman keemasan, misalnya pada zaman Majapahit saat itu tergolong maju. Juga pada zaman penjajahan, penjajah kita mampu menghasilkan banyak kemajuan ekonomi melalui Dutch East India Company (VOC). Pada waktu itu VOC berjaya sebagai perusahaan kaya raya yang merupakan perusahaan Multinasional pertama di dunia juga dianggap sebagai perusahaan megakorporasi pertama di dunia yang sayangnya hanya dinikmati penjajah.

Jadi jika di masa lalu wilayah kita ini pernah menjadi wilayah yang maju dizamannya tentu saja Indonesia yang sekarang juga bisa menjadi negara yang maju di zaman ini.

4. Bangsa Indonesia sepertinya masih kurang percaya diri karena sering 'diremehkan' negara-negara lain.

Kepercayaan diri suatu bangsa bisa terhambat ketika bangsa itu 'diremehkan' oleh bangsa lain. Sebagai contoh Indonesia yang sering diremehkan oleh negara tetangga. Indonesia memang cukup sering dilecehkan oleh negara-negara lain, terutama sejumlah negara tetangga, lantaran posisi Indonesia yang secara ekonomi masuk dalam kategori lemah. Hal itu berdampak kemudian pada kemampuan pertahanannya. Jika pertahanan lemah maka pihak luar tidak akan takut untuk menekan negara kita.

Namun saat ini bangsa kita tidak perlu merasa kecil hati ketika 'diremehkan' negara lain karena saat ini Indonesia telah mampu menunjukkan progress yang positif di banyak bidang termasuk militer. Hal ini mulai membuat takut negara-negara tetangga. Sebenarnya sikap 'meremahkan' negara kita menunjukkan bahwa mereka tidak tahu potensi kekuatan yang ada di Indonesia. Bagi negara-negara yang menyadari potensi yang ada di Indonesia, mereka akan berpikir ulang jika akan 'meremehkan' Indonesia, karena Indonesia ibarat macan, ketika Indonesia dalam posisi lemah itu seperti macan yang sedang tidur, hanya tinggal menunggu waktu sampai macan itu terbangun dan mengaum.

5. Bangsa Indonesia sepertinya masih kurang percaya diri karena pernah mengalami pengalaman negatif seperti kerusuhan antar-etnis, isu disintegrasi, terorisme, bencana alam dll.

Indonesia mempunyai banyak sekali sejarah kelam yang sedikit banyak mempengaruhi kepercayaan diri bangsa seperti konflik antar etnis di beberapa daerah, isu separatis dan disintegrasi bangsa seperti Timor Timur, kecelakaan transportasi, pemberontakan PKI, peristiwa yang berkaitan dengan terorisme, bencana alam yang sering terjadi seperti gempa bumi, gunung meletus, banjir dll. Pengalaman-pengalam negatif itu telah berpengaruh ke citra negara dan mengurangai daya saing negara.

Sepertinya untuk banyak hal negara kita adalah negara yang mau melakukan perbaikan berkesinambungan (continual improvement) dan belajar dari pengalaman-pengalaman negatif masa lalu walaupun dengan susah payah. Misalnya untuk bencana saat ini negara kita telah memiliki tim SAR terbaik di Asia, untuk isu SARA, kerukunan umat beragama di Indonesia juga makin Harmonis. Para negarawan maupun tokoh agama dari luar negeri memuji suasana kerukunan umat beragama di Indonesia yang saat ini semakin baik. Berkaitan dengan disintegrasi bangsa, seperiinya pemberlakuan otonomi daerah oleh negara merupakan implikasi positif bagi masa depan daerah di Indonesia yang tentunya ini baik bagi kesatuan bangsa. Berkaitan dengan isu terorisme Indonesia telah dipuji internasional atas dukungannya terhadap perang melawan terorisme di dalam negara kita. Bahkan negara kita diminta untuk memainkan peran lebih besar dalam perang global melawan terorisme.

Walaupun masih ditemui beberapa kendala dalam menghadapi isu-isu di atas namun cukup jelas bahwa negara kita merupakan negara yang dapat bangkit dari ancaman-ancaman di atas melalui perbaikan-perbaikan berkesinambungan dan sebagai bangsa kita harus percaya diri karena perbaikan ini telah disorot dunia.

6. Bangsa Indonesia sepertinya masih belum menumbuhkan kepercayaan dirinya secara optimal setelah dijajah oleh bangsa Asing selama ratusan tahun.

Seperti halnya mayoritas negara Asia pada umumnya, negara kita telah mengalami kolonialisme dalam kurun waktu yang cukup lama. Penjajahan dan penindasan dari kolonial ini sangat banyak berpengaruh ke jati diri bangsa. Namun bangsa kita bukanlah bangsa yang tinggal diam saat tertindas, berbagai perlawanan telah banyak dilakukan di seluruh penjuru tanah air pada waktu itu. Sampai puncaknya Indonesia menjadi negara pertama yang merdeka setelah berakhirnya Perang Dunia II. Tidak hanya itu, kemerdekaan Indonesia membuat beberapa negara Asia dan Afrika ingin juga lepas dari cengkeraman kolonialisme negara yang menjajah mereka.

Pada tahun 1955, Indonesia bisa dikatakan paling berperan dalam penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung. KAA dihadiri oleh 29 negara. Konferensi tersebut menjadi titik awal perjuangan kemerdekaan yang dikembangkan di Asia dan Afrika dan didukung oleh para peserta. Pada saat diselenggarakan, banyak negara Asia dan Afrika menghadapi masalah dan tantangan. Ada negara yang sudah mencapai kemerdekaan dan banyak yang masih dibawah kekuasaan kolonial. Pengaruh dari KAA sangat penting bagi kawasan Asia Afrika. Banyak daerah yang mencapai kemerdekaan, misal Tunisia dan Sudan (1956) dan disusul negara yang lain, terutama sekitar tahun 1960an.

Jadi negara kita sangat berperan dalam melawan penjajah bahkan sampai ke tingkat benua Asia dan Afrika dan berefek pada dekolonisasi di negara-negara Asia dan Afrika. Sebagai bangsa Indonesia, kita harus bangga pada hal ini.

7. Bangsa Indonesia sepertinya masih kurang yakin dengan apa yang telah dicapai negara kita.

Banyak dari masyarakat berpikir bahwa peran kita dan pencapaian kita masih so so terutama dalam kancah pergaulan internasional, mereka berpikir peran kita hanyalah eksportir sumber daya alam. Hal ini salah besar, banyak masyarakat yang lupa betapa besarnya peran kita di dunia internasional. Contohnya, seperti yang disebutkan sebelumnya, indonesia berperan penting delam Konfernsi Asia Afrika yang berefek besar di benua Asia dan Afrika. Negara kita juga menunjukkan peran serta dalam organisasi Gerakan Non-Blok termasuk sebagai pemrakarsa. Di regional Asia Tenggara Indonesia adalah salah satu pemrakarsa berdirinya ASEAN. Indonesia berkeyakinan bahwa Asia Tenggara bisa berkembang menjadi kekuatan regional yang mandiri dan kuat. Di wilayah Asia Pasifik, Indonesia membantu terbentuknya APEC pada tahun 1989. Khusus di kawasn Asia Pasifik, Indonesia saat ini cukup disorot karena Indonesia memiliki peran yang sangat strategis di kawasan Asia-Pasifik sebagai pemrakarsa sekaligus penyelenggara, sehingga kerja sama negara-negara Asia Pasifik di bidang ekonomi dan perdagangan terus meningkat.

Di level individu atau korporasi, negara kita juga telah memeiliki pencapaian misalnya kapal Star 50 Buatan PT PAL, tas Bagteria, Indomie, Polygon, LEA, J CO, dan banyak brand-brand lainnya termasuk artis-artis lokal yang telah mendunia.

Ini artinya Indonesia sudah memiliki banyak pencapaian yang signifikan dan menonjol. Kita harus menjadikan pencapaian ini inspirasi sehingga pencapaian Indonesia kedepan akan semakin baik.

8. Bangsa Indonesia sepertinya sulit untuk percaya diri akibat terlalu banyak berita buruk di negara kita.

Sama halnya dengan individu yang tidak percaya diri karena terlalu banyak kritikan dan saran negatif yang tidak membangun, suatu Bangsa juga akan berkurang kepercayaan dirinya ketika informasi yang beredar selalu negatif. Kita lihat berita-berita lokal maupun internasional lebih banyak menyorot hal negatif dari Indonesia seperti bencana alam, terorisme, kecelakaan dan lain-lain. Karena itu salut pada pihak-pihak yang mampu menyuarakan hal-hal positif dari Indonesia seperti Good News From Indonesia (GNFI), klik disini. Pemberiraan-pemberitaan yang positif tentang Indonesia harus diperbanyak karena memang nyatanya negara kita memiliki banyak kelebihan di banyak hal. Pemberitaan yang positif akan secara signifikan memperbaiki rasa kepercayaan diri bangsa. Ingat di era komunikasi ini, media menjadi senjata yang ampuh untuk berbagai macam tujuan. Jangan sampai media kita justru menjadi bumerang terhadap bangsa sendiri.

9. Bangsa Indonesia sepertinya masih kurang percaya diri karena merasa tingkat pendidikan dan budayanya belum setara negara-negara maju.

Banyak orang yang berpikir bahwa level pendidikan dan budaya kita belum semaju negara-negara lain terutama negara-negara barat yang sejarah peradabannya sudah terjadi sangat lama. Alhasil saat ini pendidikan, riset dan inovasi di negara kita sangat amat jauh tertinggal dari negara barat. Namun perlu diingat bahwa Indonesia sebenarnya mempunyai sejarah budaya yang kuat dan sudah terjadi sejak jaman dahulu kala karena peradaban kita sebenanrnya juga sudah terjadi sejak lama. Sejarah peradaban kita merupakan peradaban austronesia dimana sistem budayanya sudah dikenal dari zaman dahulu kala. Budaya yang terkuat yang masih terekam adalah budaya berlayar dan bermigrasi mengarungi laut ke seluruh penjuru dunia. Inilah sebabnya kita dapat menemukan wajah asli austronesia (tipikal wajah Indonesia pada umumnya) dari Hawaii di Amerika sampai ke Madagaskar di Afrika. Ya betul pada zaman dahulu kala kita benar-benar unggul di kemahiran dan budaya, tidak mungkin suatu bangsa mengarungi samudera yang kuat tanpa pengetahuan dan kemahiran yang cukup. Mungkin saja dugaan banyak orang yang berpikir bahwa Indonesia adalah Atlantis yang hilang adalah benar. Ditambah lagi dalam sejarah perkembangan bangsa banyak pengaruh dari Tiongkok, India, dan Arab yang membuat budaya makin besar dan kuat.

Selain itu jika kita perhatikan, ilmu-ilmu manajemen yang diajarkan dari barat atau negara lain ke Indonesia sebenarnya sudah dikenal oleh bangsa kita, misalnya gaya manajemen untuk menghasilkan output melalui team work sudah ada di bangsa kita yang kita kenal dengan gotong royong. Contoh lainnya gaya manajemen yang mengutamakan keselamatan kerja atau safety first juga sebenarnya sudah tertanam di budaya kita misalnya jika bepergian orang Jawa akan mengatakan alon-alon waton kelakon (biar lambat asalk terlaksana / selamat). Contoh lain lagi adalah kaizen atau dalam bahasa Inggris disebut continual improvement, di masayarakat Jawa juga dikenal hal yang serupa yakni ojo gumunan, ojo kagetan, lan ojo dumeh yang maknanya kita harus selalu siap memperbaiki diri secara berkesinambungan. Ilmu-ilmu seperti ini saat ini lebih banyak diperoleh dalam istilah-istilah barat di pendidikan tinggi namun sebenarnya bangsa kita sudah banyak memilikinya. Karena itu kita harus lebih percaya diri lagi dalam menggunakan budaya dan adat istiadat bangsa.

Jadi jelas sekali dari uraian-uraian di atas, sebagai bangsa Indonesia kita tidak sepantasnya minder dan tidak percaya diri. Kita bisa bersaing dengan bangsa lain asalkan kita percaya diri, perlu diketahui bahwa daya saing Indonesia pada 2014 meningkat dan berada di atas rata-rata nefara emerging market seperti Turki, Afrika Selatan, Brasil, dan Meksiko. Bukan tidak mungkin jika kepercayaan diri bangsa ditingkatkan lagi maka daya saing Indonesia juga akan semakin kuat. Kepercayaan diri bukan suatu bentuk kesombongan, kepercayaan diri perlu dilakukan dengan kearifan dan kebijaksanaan seperti yang sudah melekat di bangsa kita dan kepercayan diri ini menjadi salah satu modal utama dalam memajukan negara Indonesia tercinta.

Referensi: https://www.facebook.com/JambanSakti/posts/320184958070313

Postingan terkait: